PANDUAN PENGGUNA ISP

Panduan penggunaan ARGALYTA ISP Manager untuk Owner dan tim ISP.

Mulai dari login, menghubungkan MikroTik, mengelola pelanggan, voucher, tagihan, pembayaran, teknisi, NOC, sampai laporan. Ikuti langkah sesuai pekerjaan yang ingin dilakukan.

01 · MULAI MENGGUNAKAN

Masuk ke akun ISP dan mengenal alur kerja

Panduan ini ditujukan untuk Owner dan tim ISP yang menggunakan ARGALYTA ISP Manager sehari-hari. Anda tidak perlu memahami instalasi server untuk mengikuti panduan ini.

  1. Buka halaman Masuk, lalu masukkan email dan kata sandi akun Anda.
  2. Setelah password benar, ambil kode OTP 6 digit dari WhatsApp atau email yang terdaftar.
  3. Masukkan OTP sampai berhasil masuk. Jika kode tidak datang, tunggu jeda kirim ulang lalu pilih kanal lain bila tersedia.
  4. Setelah masuk, lihat nama ISP di kiri atas untuk memastikan Anda berada di workspace yang benar.
  5. Gunakan sidebar sebagai alur kerja: Pelanggan & Sales → Penagihan & Keuangan → Operasional → Jaringan & NOC → Laporan & Analitik → Sistem.
Keamanan: jangan membagikan akun staf. Buat akun terpisah untuk Admin, NOC, Billing, Finance, Customer Service, Sales, Collector, dan Technician agar aktivitas dapat diaudit.
02 · DASHBOARD

Membaca dashboard dan status operasional

  1. Buka Dashboard setelah login.
  2. Periksa ringkasan pelanggan, tagihan, pembayaran, router, tiket, dan status layanan.
  3. Gunakan kartu peringatan untuk menemukan tagihan terlambat, sinkronisasi bermasalah, router offline, atau pekerjaan yang belum selesai.
  4. Klik angka/kartu yang tersedia untuk membuka daftar detail.
  5. Jika data terasa belum terbaru, periksa status sinkronisasi router sebelum mengubah data secara manual.

Dashboard adalah ringkasan. Perubahan data tetap dilakukan dari modul terkait agar histori dan audit tersimpan dengan benar.

03 · IDENTITAS ISP

Mengatur nama ISP, logo, bantuan, dan portal pelanggan

  1. Buka Sistem → Branding & White Label.
  2. Isi nama ISP, logo, favicon, warna utama, tulisan footer, dan informasi bantuan pelanggan.
  3. Simpan perubahan lalu buka Portal Pelanggan pada tab baru untuk memeriksa hasilnya.
  4. Jika paket Anda mendukung custom domain, isi domain portal lalu ikuti status aktivasi yang ditampilkan.
  5. Gunakan identitas yang konsisten pada invoice, portal pelanggan, dan captive portal Hotspot.
Catatan: beberapa identitas platform, kebijakan Powered by, dan batas white-label dapat dikendalikan oleh pengelola ARGALYTA sesuai paket berlangganan.
04 · MIKROTIK

Menambahkan MikroTik dan melakukan tes koneksi

  1. Buka Jaringan & NOC → MikroTik lalu pilih Tambah Router.
  2. Isi nama router, IP/host, port API atau API-SSL, username, password, dan informasi lokasi bila digunakan.
  3. Pastikan RouterOS mengizinkan koneksi API dari server aplikasi atau melalui koneksi VPN/remote yang Anda gunakan.
  4. Simpan router lalu tekan Test Koneksi.
  5. Jangan jalankan sinkronisasi sebelum status tes koneksi berhasil.
  6. Jika gagal, periksa IP/host, port, firewall, service API RouterOS, username/password, dan jalur VPN/forwarding.

Disarankan memakai user RouterOS khusus aplikasi agar hak akses dapat dibatasi dan tidak memakai akun admin utama untuk operasional harian.

05 · DATA AWAL

Menarik data MikroTik yang sudah ada ke aplikasi

Jika router Anda sudah berisi PPPoE, Hotspot, profile, queue, dan pelanggan, jangan input ulang satu per satu.

  1. Buka router yang sudah berhasil terkoneksi.
  2. Pilih proses Initial Pull / Tarik Data Awal.
  3. Biarkan proses membaca profile, PPP Secret, Hotspot user/profile, interface, queue, dan data terkait.
  4. Setelah selesai, buka daftar pelanggan PPPoE dan Hotspot secara terpisah.
  5. Lengkapi data yang memang tidak tersedia di MikroTik seperti nama lengkap, WhatsApp, email, alamat, paket billing, dan tanggal aktivasi.
  6. Periksa data duplikat sebelum mulai menagih pelanggan.
Hasil yang diharapkan: akun yang memang sudah ada di router tampil di aplikasi dan dapat dikelola tanpa membuat akun baru di MikroTik.
06 · SINKRONISASI

Memahami SYNCED, DRIFT, MISSING, dan ERROR

  1. SYNCED: data aplikasi dan router sesuai.
  2. DRIFT: ada perbedaan nilai antara aplikasi dan RouterOS.
  3. MISSING: objek lokal tidak ditemukan lagi di router.
  4. ERROR: perubahan gagal dikirim/dibaca; buka detail error untuk melihat penyebab terakhir.
  5. Gunakan Retry Sync setelah penyebab diperbaiki. Hindari membuat pelanggan kedua hanya karena status belum synced.
  6. Jika Anda menghapus akun langsung di MikroTik, lakukan sinkronisasi agar aplikasi dapat menandai/arsipkan data tanpa menghilangkan histori billing.

Untuk operasional normal, kelola perubahan dari aplikasi agar database dan RouterOS tetap konsisten.

07 · PAKET INTERNET

Membuat paket PPPoE atau Hotspot yang dijual ke pelanggan

  1. Buka menu Paket Internet lalu tekan tambah paket.
  2. Pilih jenis layanan PPPoE atau Hotspot.
  3. Isi nama paket, harga, kecepatan download/upload, siklus tagihan, dan profile MikroTik yang sesuai.
  4. Jika memakai FUP, isi batas dan profile/kecepatan setelah FUP sesuai kebijakan ISP.
  5. Untuk Hotspot, isi masa aktif, shared users/perangkat, kuota data, atau batas uptime bila diperlukan.
  6. Simpan lalu uji pada satu akun sebelum paket diberikan massal.
Praktik baik: nama paket di aplikasi sebaiknya mudah dipahami petugas, sedangkan pemetaan profile RouterOS harus benar-benar sesuai konfigurasi router.
08 · PELANGGAN PPPOE

Menambah, mengedit, dan menghentikan pelanggan PPPoE

  1. Buka Pelanggan & Sales → Pelanggan PPPoE.
  2. Pilih pelanggan hasil sinkronisasi atau tekan tambah pelanggan baru.
  3. Isi identitas, WhatsApp/email, alamat, area, tanggal aktivasi, hari billing, dan jatuh tempo.
  4. Pilih paket internet dan router tujuan.
  5. Isi username/password PPPoE serta parameter profile/IP jika memang dikelola manual.
  6. Simpan dan tunggu status sinkronisasi menjadi SYNCED.
  7. Untuk ganti paket, gunakan proses perubahan paket agar histori langganan tetap terbaca.
  8. Untuk berhenti, gunakan stop/archive; jangan menghapus histori tagihan pelanggan.
09 · HOTSPOT

Mengelola pelanggan dan user Hotspot

  1. Buka daftar pelanggan Hotspot/Voucher setelah profile dan user selesai disinkronkan.
  2. Hubungkan user Hotspot dengan data pelanggan bila pelanggan tersebut berlangganan tetap.
  3. Pilih paket, profile, masa aktif, dan jumlah perangkat yang diperbolehkan.
  4. Jika password user hasil impor tidak diketahui aplikasi, lakukan reset melalui fungsi yang tersedia sebelum diberikan ke pelanggan.
  5. Gunakan status aktif/nonaktif dari aplikasi agar perubahan ikut tersinkron ke MikroTik.
  6. Periksa session aktif bila pelanggan mengeluh tidak bisa masuk atau batas perangkat tercapai.
10 · VOUCHER

Membuat, mencetak, menjual, dan memperpanjang voucher

  1. Buka Hotspot/Voucher → Generator Voucher.
  2. Pilih router, Hotspot server/profile, paket, jumlah voucher, validitas, dan batas perangkat.
  3. Generate voucher lalu periksa status sinkronisasinya.
  4. Gunakan menu cetak/export untuk stok fisik atau aktifkan penjualan publik bila tersedia pada paket Anda.
  5. Untuk pelanggan yang ingin mempertahankan kode lama, buka voucher lalu pilih Perpanjang, jangan membuat voucher baru.
  6. Pilih paket perpanjangan, buat tagihan, lalu selesaikan pembayaran.
  7. Setelah pembayaran berhasil, masa aktif diperbarui dan kode voucher tetap sama.
Penting: perpanjangan voucher lama berbeda dengan membuat voucher baru. Gunakan renewal agar pelanggan tidak perlu mengganti username/kode.
11 · TEMPLATE LOGIN HOTSPOT

Mengubah tampilan login Hotspot dan menerapkannya ke MikroTik

  1. Buka Hotspot → Portal/Template Login.
  2. Pilih router dan profile Hotspot yang akan menggunakan template.
  3. Pilih preset lalu ubah logo, warna, judul, pesan, tombol, background, informasi paket, dan bantuan.
  4. Gunakan preview desktop/mobile untuk memeriksa tampilan sebelum diterapkan.
  5. Simpan konfigurasi.
  6. Pilih proses Deploy/Kirim ke MikroTik yang tersedia pada mode portal Anda.
  7. Buka Wi-Fi Hotspot dari perangkat uji, logout session lama bila perlu, lalu pastikan captive portal menampilkan template baru.

Jika tampilan lama masih muncul, periksa cache browser/perangkat, DNS captive portal, Hotspot profile, dan status deployment terakhir.

12 · TAGIHAN

Menyiapkan billing, jatuh tempo, dan tagihan pelanggan

  1. Pastikan setiap pelanggan memiliki paket, tanggal aktivasi, hari billing, dan jatuh tempo yang benar.
  2. Buka Penagihan & Keuangan → Billing/Invoice.
  3. Gunakan generate invoice untuk periode yang diperlukan atau biarkan proses otomatis membuat tagihan sesuai konfigurasi.
  4. Periksa subtotal, denda bila aktif, diskon/penyesuaian, dan total invoice sebelum dikirim ke pelanggan.
  5. Gunakan pengingat WhatsApp/email menjelang jatuh tempo.
  6. Jangan membuat invoice periode yang sama berulang; periksa riwayat invoice pelanggan bila ada keraguan.
13 · PEMBAYARAN MANUAL

Mencatat transfer, tunai, dan verifikasi pembayaran

  1. Pelanggan dapat membuka invoice dari Portal Pelanggan dan melihat rekening/instruksi pembayaran.
  2. Untuk transfer, pelanggan mengunggah bukti pembayaran bila fitur tersebut diaktifkan.
  3. Petugas membuka Pembayaran → Menunggu Verifikasi, mencocokkan nominal, invoice, rekening, dan bukti.
  4. Tekan verifikasi hanya jika pembayaran benar-benar diterima.
  5. Untuk pembayaran tunai, petugas/kolektor mencatat pembayaran langsung dari aplikasi.
  6. Setelah pembayaran berstatus berhasil, invoice diperbarui dan layanan dapat diproses aktif kembali sesuai konfigurasi.
14 · PAYMENT GATEWAY

Membiarkan pelanggan membayar tagihan secara mandiri

  1. Pastikan payment gateway telah diaktifkan oleh Owner/Admin sesuai penyedia yang digunakan.
  2. Pelanggan membuka Portal Pelanggan → Tagihan → Bayar.
  3. Pelanggan memilih kanal pembayaran yang disediakan gateway.
  4. Setelah transaksi selesai, tunggu callback/status pembayaran masuk ke aplikasi.
  5. Periksa invoice berubah menjadi lunas sebelum melakukan perubahan manual.
  6. Jika pembayaran sudah sukses di gateway tetapi invoice belum berubah, jangan input pembayaran kedua; periksa log callback/transaksi dan cocokkan nomor order.
15 · JATUH TEMPO & PAYMENT-ONLY

Membatasi pelanggan terlambat tetapi tetap membuka halaman pembayaran

  1. Aktifkan kebijakan isolasi/payment-only pada pengaturan billing bila memang digunakan ISP Anda.
  2. Ketika pelanggan melewati aturan jatuh tempo, sistem mengubah layanan ke kondisi isolasi/payment-only.
  3. Akses internet umum dibatasi, tetapi domain/halaman tagihan dan pembayaran tetap diizinkan.
  4. Pelanggan membuka portal pembayaran dari perangkatnya lalu menyelesaikan tagihan.
  5. Setelah lunas dan verifikasi berhasil, aplikasi mengantrekan aktivasi kembali ke MikroTik.
  6. Periksa status pelanggan dan sinkronisasi sampai layanan kembali aktif.
Tujuan: pelanggan yang terlambat tetap mempunyai jalur praktis untuk membayar tanpa harus meminta petugas membuka akses internet penuh terlebih dahulu.
16 · NOTIFIKASI

Mengatur WhatsApp/email untuk tagihan dan status layanan

  1. Buka pusat Notifikasi.
  2. Pilih event yang ingin dikirim: tagihan terbit, pengingat jatuh tempo, terlambat, isolasi, pembayaran berhasil, tiket, atau voucher.
  3. Edit template pesan agar ringkas dan mudah dipahami pelanggan.
  4. Pastikan nomor WhatsApp/email pelanggan terisi benar.
  5. Gunakan kirim tes sebelum broadcast atau aktivasi otomatis.
  6. Periksa log pengiriman bila pesan gagal dan lakukan retry setelah penyebab diperbaiki.

Kredensial gateway WhatsApp platform dikelola oleh pengelola aplikasi. ISP cukup memilih event dan isi pesan yang memang ingin digunakan.

17 · TIKET & TEKNISI

Mengubah keluhan pelanggan menjadi pekerjaan teknisi

  1. Buka Operasional → Tiket dan buat tiket dari keluhan pelanggan.
  2. Pilih pelanggan, kategori gangguan, prioritas, deskripsi, dan bukti/foto bila ada.
  3. Jika membutuhkan kunjungan, buat atau hubungkan Work Order.
  4. Tentukan teknisi, jadwal, area/lokasi, material, dan catatan pekerjaan.
  5. Teknisi membuka mode lapangan, check-in bila diwajibkan, mengisi progres dan dokumentasi.
  6. Setelah masalah selesai, isi hasil pekerjaan lalu selesaikan work order dan tiket.
  7. Gunakan histori tiket untuk melihat gangguan berulang pada pelanggan/area.
18 · INVENTARIS

Mengelola perangkat, supplier, stok, dan penggunaan material

  1. Daftarkan kategori barang dan supplier yang memang digunakan.
  2. Masukkan stok awal perangkat/material dengan serial/MAC bila perlu dilacak per unit.
  3. Gunakan transaksi masuk/keluar agar stok tidak berubah tanpa histori.
  4. Saat teknisi memakai material pada work order, catat pemakaiannya pada pekerjaan tersebut.
  5. Gunakan procurement/purchase order untuk pembelian yang membutuhkan proses persetujuan.
  6. Periksa stok minimum dan histori mutasi secara berkala.
19 · JARINGAN & NOC

Memantau router, pelanggan online, bandwidth, dan gangguan

  1. Buka Jaringan & NOC untuk melihat status router dan titik jaringan.
  2. Periksa router yang offline, latency/ping, interface, session, dan alarm yang muncul.
  3. Gunakan Status Internet Pelanggan untuk melihat sesi PPPoE/Hotspot pelanggan tertentu.
  4. Jika paket mendukung, gunakan Bandwidth Manager, traffic analytics, FUP/QoS, SLA, topology, dan capacity planning.
  5. Saat ada gangguan, catat dampak area/pelanggan lalu buat tiket/work order bila diperlukan.
  6. Setelah perbaikan, pastikan alarm normal dan pelanggan terdampak kembali online.
20 · LAPORAN

Membaca dan mengekspor laporan tanpa kehilangan konteks

  1. Buka Laporan & Analitik.
  2. Pilih jenis laporan yang dibutuhkan: pelanggan, billing, pembayaran, voucher, operasional, jaringan, atau keuangan sesuai hak akses.
  3. Tentukan periode/filter terlebih dahulu agar angka yang dibaca sesuai kebutuhan.
  4. Periksa ringkasan di layar sebelum mengekspor.
  5. Gunakan CSV/XLSX/PDF sesuai kebutuhan pengolahan atau arsip.
  6. Jika angka berbeda dengan catatan manual, telusuri invoice, pembayaran, void/reversal, dan tanggal transaksi sebelum membuat koreksi.
21 · USER & HAK AKSES

Membuat akun staf sesuai tugasnya

  1. Buka Sistem → Pengguna.
  2. Isi nama, email, WhatsApp, kanal OTP, dan role petugas.
  3. Pilih role yang paling sesuai: Admin, NOC, Billing, Finance, Customer Service, Sales, Collector, atau Technician.
  4. Berikan password awal yang kuat dan kirimkan secara aman.
  5. Minta staf melakukan login dan OTP dengan akunnya sendiri.
  6. Gunakan menu hak akses bila Owner perlu menyesuaikan permission role tertentu.
  7. Nonaktifkan akun staf yang sudah tidak bekerja; jangan meminjamkan akun orang lain.
22 · PORTAL PELANGGAN

Membantu pelanggan melihat tagihan, pembayaran, dan status layanan

  1. Pastikan pelanggan memiliki data kontak dan kredensial portal yang benar.
  2. Berikan URL Portal Pelanggan kepada pelanggan.
  3. Dari portal, pelanggan dapat melihat tagihan, riwayat pembayaran/kuitansi, status layanan, dan opsi pembayaran yang tersedia.
  4. Jika pelanggan dalam kondisi payment-only, arahkan langsung ke invoice/halaman pembayaran.
  5. Jika pelanggan lupa password portal, gunakan proses reset password pelanggan tanpa mengubah password PPPoE/Hotspot kecuali memang diminta.
23 · LANGGANAN APLIKASI

Melihat batas paket dan melakukan upgrade/perpanjangan

  1. Buka menu Langganan untuk melihat paket ARGALYTA ISP Manager yang sedang aktif.
  2. Periksa batas pelanggan, router, user/staf, POP, fitur, dan tanggal aktif.
  3. Jika kebutuhan bertambah, pilih paket yang kapasitasnya sesuai lalu ikuti proses perubahan paket.
  4. Periksa perhitungan periode/prorata yang ditampilkan sebelum konfirmasi.
  5. Selesaikan pembayaran sesuai metode yang tersedia.
  6. Setelah pembayaran terverifikasi, periksa paket dan batas fitur sudah berubah sebelum menambah resource baru.
24 · TROUBLESHOOTING

Urutan pemeriksaan saat sesuatu tidak berjalan

Gunakan urutan ini agar masalah lebih cepat ditemukan:

  1. Tidak bisa login: periksa email/password, status akun, OTP, WhatsApp/email akun, dan pesan error.
  2. MikroTik offline: test koneksi, cek IP/port/API service/firewall/VPN, lalu coba kembali.
  3. Pelanggan berbeda dengan MikroTik: lihat status sync, detail error, lakukan pull/retry; jangan langsung membuat data baru.
  4. Voucher tidak bisa login: cek status voucher, profile, server, password, masa aktif, batas perangkat, dan session aktif.
  5. Tagihan sudah dibayar tetapi internet belum aktif: cek status payment, invoice, queue aktivasi, router, dan status sync pelanggan.
  6. WhatsApp gagal: cek nomor pelanggan dan log pengiriman; bila gateway platform tidak siap, hubungi pengelola ARGALYTA.
  7. Angka laporan berbeda: samakan periode/filter dan telusuri transaksi sumber sebelum koreksi.
Saat meminta bantuan: sertakan nama ISP, menu yang digunakan, waktu kejadian, pesan error, ID pelanggan/invoice yang relevan, dan screenshot tanpa membagikan password/secret API.